Assalamu'alaikum Wr. Wb, Kalau musim hujan tiba, brarti musim penyakit tlah tiba juga nih, Karena kondisi badan lagi drop, aku kena flu plus batuk berdahak lom sembuh2 nih…  Hm… dari hasil cari2 artikel di internet, ternyata Rasulullah hanya sakit dua kali dalam hidupnya.loh!! Apa aja sih resepnya? 1. BANGUN PAGI *** Rasulullah SAW selalu mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh. Melaksanakan Sholat Sunnah dan Sholat Fardlu...Sholat Subuh Berjama'ah. Ini sungguh bermanfaat bagi kita, yaitu: # memperoleh pahala berlimpah dari Allah SWT, # memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan, # Segarnya udara Subuh sangat bagus untuk kesehatan. 2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN *** Rasulullah SAW senantiasa selalu rapi & bersih. Tiap hari Kamis atau Jum'at, Beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman". (H.R. Muslim) 3. TIDAK BANYAK MAKAN *** Rasulullah SAW bersabda: "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar, dan bila kami makan, tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)". (Muttafaq Alaih). *** Di dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda, yaitu: sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air, dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyah khusus bagi umat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan. 4. JALAN KAKI *** Rasulullah SAW selalu berjalan kaki ke Masjid, ke Pasar, Medan Jihad, mengunjungi Rumah Sahabat, dsb. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka, dan peredaran darah semakin bertambah lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. 5. TIDAK PEMARAH *** Nasihat Rasulullah SAW: "Jangan Marah...Jangan Marah...Jangan Marah", diulang sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim, bukanlah terletak pada fisik belaka. Tetapi lebih jauh lagi, yaitu: dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa. *** Ada terapi yang tepat untuk menahan dan mencegah amarah: >>>>Mengubah posisi ketika marah. Jika berdiri, maka duduklah. Jika Duduk maka berbaringlah. >>>>Membaca Ta'awwudz, karena marah itu dari setan. >>>>Segeralah berwudhu, lalu Sholat 2 raka'at untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati. 6. OPTIMIS & TIDAK MUDAH PUTUS ASA *** Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa, sehingga tetap sabar, istiqomah, dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT. 7. TIDAK IRI HATI *** Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa juga mentalitas; maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat. *** "Yaa Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah, dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah"...Amiin. Semoga kita sebagai umat Islam, bisa dan mau mengikuti bimbingan tauladan dari Rasulullah SAW. Wassalamu'alaikum Wr. Wb, artikel diambil disini
Assalamu'alaikum wr.wb Memang, segala macam perintah Tuhan itu ternyata kembali untuk kebaikan kita juga baik sewaktu di dunia maupun di akhirat nanti ... saya jadi teringat tahun 93-an dulu pernah ada seminar internasional tentang 'The Miracles of Qur'an' di IPTN Bandung. Berbagai makalah ilmiah yang berhubungan dengan keajaiban al-Qur'an dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu dipresentasikan...dari mulai pandangan seorang biologist, archeologist,geologist, neurologist, ahli bahasa dan lain sebagainya...subhanallaah...wahai Tuhanku sesungguhnya Engkau tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia... Dibawah ini ada artikel menarik tentang keutamaan sujud (gerakan dalam sholat) dengan kesehatan, kecantikan, kebugaran, dll....selamat menikmati... Wassalamu'alaikum wr.wb, ( Teman di Bandung ) ========================================= Sujud Bikin Cerdas Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit! Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya? TAKBIRATUL IHRAM Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas. RUKUK Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat. I'TIDAL Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud. Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar. SUJUD Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tumaa??ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan. DUDUK Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan. dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita. SALAM Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah. BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luara?'dalam. PACU KECERDASAN Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendaha?'rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggia?'tingginya. Mengapa? Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk Islam setelah diama?'diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud. PERINDAH POSTUR Gerakana?'gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan (stretching). Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan. Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya. MUDAHKAN PERSALINAN Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otota?'otot perut (rectus abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organa?'organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi). PERBAIKI KESUBURAN Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otota?'otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih. Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum. AWET MUDA Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sela?'sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar. Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada keA-kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah penA-tingnya, gerakan ini menghinA-darkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya
 | " ijime" | Oct 17, '07 1:04 AM for everyone |
Assalamu'alaikum wr wb by Ida Arimurti Bullying dan Stress ( Mika- Jepang )
Saya memberanikan diri untuk menulis sedikit tentang kehidupan disini. Pendidikan di Jepang sama dengan di Indonesia yaitu 6-3-3, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun dengan wajib belajar selama 9 tahun. Anak SD bila memasuki SD negeri maka orang tua hanya dibebankan biaya untuk peralatan sekolah yang bisa dibeli sendiri, biaya untuk melakukan penelitian atau biaya untuk piknik serta biaya untuk makan siang yang relatif murah(karena anak sekolah di Jepang sampai sore jadi mereka makan siang di sekolah yang dibuat oleh sekolah dengan mementingkan gizinya walaupun murah, untuk ini ada guru ahli gizinya yang mengawasi dan membuat menunya). Makan siang ini terdiri dari lauk pauk (daging/ikan/tahu dll), nasi/mie/roti,buah-buahan, sayuran dan minumnya pasti susu dan dessert kadang-kadang ada. Ini setiap sekolah berbeda tapi dasarnya sama.
Jadi anak-anak disini walaupun misalnya di rumah kurang gizi (ada sejumlah kasus ekstrim anak yang diabaikan orang tuanya antara lain karena bercerai,terlalu sibuk bekerja,sakit, miskin dll) di sekolah bisa dilengkapi gizinya. Waktu masuk sekolah pertama kali adalah yang paling memakan biaya banyak karena disini ada upacara anak masuk sekolah. Disini orang tua harus berpakaian rapi dan anak juga harus memakai baju rapi(seperti jas, blazer) yang harganya cukup mahal. Kemudian anak juga harus mempunyai randoseru(semacam tas ransel berbentuk agak kotak dipakai selama 6 tahun). Tas ini juga tidak murah, biasanya untuk perempuan berwarna merah, laki-laki hitam. Kemudian membeli peralatan sekolah pianika, alat tulis, baju olah raga, sepatu untuk didalam( karena disini sepatu untuk di dalam sekolah dan di luar sekolah berbeda, kalau orang tua memakai semacam sandal kain(surippa)untuk di dalam rumah, ingat rumah orang Jepang sepatu dilepas di genkan(apa bahasa Indonesianya ya?ambang rumah?)dekat dari pintu rumah, kemudian diganti sandal rumah.
Orang Jepang terbiasa apa-apa teratur, seragam, kita lihat saja turisnya berbaris teratur mengikuti seseorang (leader/tourist guide) yang memegang bendera. Begitupun di sekolah. Hampir semua alat-alatnya seragam, baik warna , bentuknya karena kebanyakan dibeli di sekolah. Bila ada anak pindahan dari sekolah lain (tenkousei) ada beberapa alatnya yang berbeda. Dalam masyarakat Jepang kalau berbeda ada kecendrungan tidak disukai, jadi kalau ada sesuatu sedang mewabah atau trend, semua ikut-ikutan sampai menjadi-jadi dan heboh dibahas di media koran, tv, majalah dll . Misalnya waktu itu sedang heboh masalah korean drama, beberapa waktu yang lalu tentang pengemudi yang mabuk, akhir-akhir ini tentang bunuh diri karena ijime (bullying/diejek?). Sekali lagi saya bilang disini sesuatu yang berbeda cenderung tidak disukai. Di sekolah misalnya anak yang berbeda karena misalnya apa-apa lambat, anak yang bodoh, anak yang terlalu pintar, anak pindahan dari sekolah lain, anak indo (di Jepang disebut half) ini setengah Jepang setengah kebangsaan lain, (walaupun berpaspor Jepang tetap dibilang half )ini sangat rentan dengan ijime/bullying tadi.
Saya menyimpan kekhawatiran yang sangat besar tentang ini. Karena ijime/bullying ini sudah menjadi borok penyakit yang sangat dalam di Jepang dari dulu. Teman saya yang orang Jepang berpendapat pendidikan Jepang itu gagal. Kenapa angka bunuh diri di kalangan remaja sangat besar?Saya sendiri berpendapat karena mungkin karena orang Jepang tidak mempunyai agama sehingga bila ada masalah tidak tahu harus bagaimana , jadi mengakhiri hidup sendiri. Disini budayanya adalah tidak mau merepotkan orang lain termasuk saudara, teman.Jadi kalau ada kesulitan sesuatu dikeluarkan dari kerjaan, masalah uang, terjerat hutang, mereka biasanya jarang meminta pertolongan saudara atau teman. Jadi walaupun adiknya kaya, bisa saja kakaknya miskin, tidak seperti di Indonesia masih mau menolong / mengurus saudaranya yang miskin. Ijime / bullying di kalangan laki-laki biasanya kelihatan bekasnya misalnya bekas dipukuli, memar-memar berdarah.
Di kalangan perempuan lebih mengkhawatirkan. Mereka mengusahakan supaya tidak kelihatan dalam keadaan biasa, misalnya diacuhkan, dikata-katai, sampai ada (menurut majalah) (maaf) dibakar bulu kemaluannya, diambil celana dalamnya untuk dijual ( disini laki-laki Jepang yang brengsek akan bersemangat membeli celana dalam anak gadis yang sudah dipakai, jauh lebih mahal dari yang baru) , news yang paling baru ada anak yang diacuhkan, diejek bau,ditertawakan,dalam sport waktu pass bolanya sengaja tidak diambil, terus waktu pass ke dia diberikan bola yang sulit dan kalau gagal mengambil bolanya akan diejek dan ditertawakan. Anak perempuan kan suka berkelompok.Sehingga waktu keadaan ini terjadi terus menerus membuat dia tidak tahan, akhirnya bunuh diri dengan meninggalkan surat mengucapkan selamat tinggal, kalau tidak ada dia bebannya akan menjadi ringan. Awalnya sekolah tidak mengakui bila dia bunuh diri karena ijime/bully, tetapi setelah beberapa hari setelah dimuat di media secara luas akhirnya mengakui dan meminta maaf kepada keluarga anak tersebut, dan anak-anak yang ijime kepada dia diberi bimbingan khusus, entah seperti apa. Di Jepang bila yang melakukan kejahatan di bawah umur cenderung dilindungi dari media dengan tidak menyebutkan nama, inisial atau menayangkan wajahnya.Sekolah-sekolah lain banyak yang tidak mengakui di dalam sekolahnya ada ijime, banyak yang menutup-nutupi fakta tersebut.
Budaya Jepang itu sangat mencekik leher diri sendiri, terlalu rajin (misalnya kalau bekerja tidak ngobrol berbeda jauh dengan Indonesia ,kita lihat banyak pegawai toko yang santai mengobrol tidak memperhatikan customernya) sehingga mereka terlalu stress, tidak tahu bersantai untuk melepaskan ketegangan. Anak-anak Jepang dibebani sejak kecil untuk belajar giat, selepas sekolah mereka pergi ke juku (semacam kursus), naraigo (semacam kursus) belajar sempoa, Shuji (kaligrafi Jepang), berenang, bahasa Inggris,piano dll. Orang tua percaya bila anak sedari kecil belajar macam-macam, anak SD misalnya bisa masuk SMP yang bagus, kemudian SMA nya yang favorit misalnya sehingga bisa lulus ujian masuk universitas favorit (misalnya Tokyo univ.) sehingga nanti bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
Hal lain saya setuju dengan pendapat orang Jepang bermuka dua. Karena budaya mereka penuh dengan basa-basi, cara mereka berkomunikasi sepotong-sepotong untuk memberikan waktu bagi lawan bicara untuk menanggapi, dan tidak mengatakan langsung sesuatu dengan jelas karena diharapkan lawan bicara mengerti apa yang dia maksud walaupun tidak diucapkan secara langsung. Ini menyulitkan kita yang tidak terbiasa cara mereka berkomunikasi. Mereka sangat peka terhadap lawan bicaranya dan bila kita tidak terbiasa banyak bahasa-bahasa tubuh serta intonasi-intonasi yang akan mempunyai arti tersendiri. Tapi dimanapun manusia itu sama, orang yang baik juga ada terlepas apa kebangsaannya, yang bermuka dua juga ada di Indonesia. Mungkin karena orang Jepang dulunya terisolasi selama berabad-abad membuat mereka mempunyai prejudice tersendiri terhadap orang asing. Mereka sering bilang orang asia kepada kita (padahal mereka sendiri orang asia) dan sangat memuja orang Amerika mungkin karena pernah dikalahkan pada PD ll.Selama ini saya banyak mengamati dan belajar berinteraksi dengan mereka termasuk tata krama mereka bergaul. Masih banyak hal yang belum saya ketahui dan pelajari. Ini saya lakukan karena saya hidup disini, supaya bisa survive untuk anak-anak dan keluarga saya khususnya.Karena seorang istri di Jepang adalah semacam pintu bagi keluarganya yang mengatur dan menghadapi semuanya. Segala urusan dilakukan melalui seorang istri karena suami bekerja.
Saya juga selalu mengajarkan kapada anak-anak supaya kuat karena mereka harus bersaing dengan anak-anak asli Jepang supaya perbedaan yang mereka miliki bukan menjadi nilai yang melemahkan tapi menjadi nilai lebih yang menguatkan supaya bisa survive menjalani kehidupan disini.
Wassalamu'alaikum artikel diambil disini
Cerita ini kisah dari salah seorang teman mualaf saya. Tulisan lama dan tadinya ditulis untuk sebuah majalah wanita milik teman eks Tsukuba. Sarat dengan hikmah... ada baiknya menjadi sarana pembelajaran buat kita semua. Selamat menyimak... (tarik nafas... jangan lupa sedia minuman & snack, karena yg dibaca bakal puanjaang..!! by Serindit Indraswari (Didit)) Saat itu bulan November 2004, muslimin dan muslimah dari berbagai negara berdatangan untuk menjalankan sholat Ied. Melihat seorang ibu yang tengah sibuk membenahi perlengkapan dua orang anaknya yang menggunakan jilbab kecil ala Indonesia, saya bersama beberapa teman memberanikan diri untuk bertanya dalam bahasa Indonesia kepadanya. “Yasmin…”, begitu muslimah ini memperkenalkan dirinya pada saat pertama kali kami bertemu di satu-satunya musholla di Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Ternyata Yasmin ini bersuamikan orang Indonesia dan tinggal tidak jauh dari Tsukuba.
Nama “Yasmin”, ia dapatkan dari orang tua suaminya yang merasa kesulitan untuk mengucapkan nama jepangnya, Yasuyo. Sudah 6 bulan saya mengenal Yasmin. Kesan saya, dia orang yang mandiri, dan tegas. Kelugasannya dalam berbicara, membuat saya menilai dia mempunyai sifat dasar yang berbeda dengan orang Jepang pada umumnya, yang selama ini saya kenal. Pertanyaan Yang Mengusik Masa Kecil Dilahirkan pada tahun 1973 di Tokyo, Satou Yasuyo, merupakan anak pertama dari dua bersaudara di keluarga Satou. Sejak berumur 4 tahun, Yasuyo kecil pindah ke Chiba, sebuah propinsi yang bersebelahan dengan Tokyo. Seperti anak-anak Jepang pada umumnya, Yasuyo tidak mengenal adanya kekuatan Yang Maha Kuasa. Ayah dan ibu, sekolah maupun lingkungannya tidak memberi ruang untuk hal-hal yang tidak terlihat oleh mata. Walaupun demikian, di dalam pikiran Yasuyo kecil yang gemar dengan permainan puzzle dan menggambar ini, kerap muncul sebersit pertanyaan, “ Mengapa saya bisa hidup? Mengapa saya menjadi perempuan?......” Seiring dengan waktu, pertanyaan demi pertanyaan begitu saja berlalu, tanpa jawaban. Memasuki dunia sekolah menengah, semakin banyak pertanyaan yang lebih kompleks, berdesakan di dalam pikiran Yasuyo. “ Apabila di dunia ini ada orang yang berbuat baik dan ada yang jahat, lalu apakah berarti dalam kehidupan ini tidak ada keadilan? ”. Pertanyaan ini dipicu oleh gencarnya kasus ijime (dalam bahasa Inggris “bullying”) di tingkat sekolah dasar hingga menengah di Jepang pada saat itu. Dia melihat bagaimana seorang yang di-ijime ini menjadi tersiksa, tidak mempunyai teman, tidak berani melaporkan kejahilan temannya kepada orang tua apalagi guru di sekolah, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tidak kuat memikul beban sendiri. Namun, kembali tidak ada jawaban atas pertanyaan yang muncul di pikiran Yasuyo. Kejenuhan Lepas dari sekolah menengah atas, Yasuyo memutuskan untuk mendalami bidang fashion. Masuklah ia di sebuah sekolah mode di Tokyo, selama 4 tahun. Lepas dari sekolah tersebut, dia langsung bekerja pada sebuah perusahaan garmen.
Kesibukan pekerjaan, membuat dia harus tinggal menetap di Tokyo, mengikuti perputaran roda kota besar yang penuh sesak dengan kesibukan pekerjaan. Tiada hari tanpa memikirkan pekerjaan. Setiap langkah selalu berorientasi usaha untuk meningkatkan hasil penjualan pakaian di perusahaan tempatnya bekerja. Suatu hal yang tidak menghasilkan uang, menjadi sia-sia di mata kebanyakan masyarakat bisnis di Jepang.
Di tengah kejenuhan dengan rutinitas tersebut, hati Yasuyo kembali berteriak, “ Bodoh sekali kehidupan seperti ini… Orang-orang hanya memikirkan uang dan uang..”.
Ketidakadilan kehidupan yang menjadi pertanyaannya semasa duduk di bangku smp, kembali mengganggu pikirannya. “ Apabila anak yang dilahirkan dari keluarga yang kaya bisa menikmati hidup dengan mudah, apakah berarti tidak ada keadilan buat anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang miskin ?”.
Apabila pada masa kecilnya, pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benaknya ini tidak pernah diungkapkan kepada orang lain, tetapi kali ini dia mendiskusikannya dengan beberapa teman dekat. Walaupun kebanyakan teman diskusinya meng-iya-kan pendapat Yasuyo, tetapi diskusi hanya sebatas diskusi. Mereka serasa berada di jurang yang dalam. Mereka tahu kalau keadaan yang mereka jalani tidak baik, tapi mereka tidak kuasa untuk mendaki tebing jurang tersebut. Dan akhirnya, mereka tetap berputar-putar di dalamnya. Apabila kejenuhan datang, pelampiasan sekejap seperti menegak bir dan ke diskotik; itu yang mereka lakukan. Beranjak dari Titik Nol Tiga tahun lamanya Yasuyo bertahan dengan pekerjaannya sebagai desainer. Hingga akhirnya dia menyerah kelelahan, dan keluar dari pekerjaannya. Yasuyo menikmati masa-masa yang senggang, bekerja paruh waktu di sebuah department store, hanya sekedar mendapat uang untuk biaya hidup sehari-hari. Namun, kembali Yasuyo dihadapkan pada kenyataan bahwa waktu yang senggang dan uang yang cukup tidak dapat memberikan “arti” buat kehidupannya. Dia merasa tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencapai sebuah “arti” kehidupannya. Perasaan jengah, jenuh, keinginan untuk keluar dari kehidupan yang tengah dijalaninya menjadi semakin kuat.
Yasuyo serasa berada di titik “nol”. “Saya sendiri merasa jenuh dengan keadaan waktu itu, tetapi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan… Tidak ada jalan keluar.”, begitu yang diungkapkan Yasmin (Yasuyo) mengenai perasaannya saat itu.
Pada saat itu yang ada dalam pikirannya hanyalah, ia merasa harus membuka lembaran baru, memulai segala sesuatu dari awal. Tetapi bagaimana ?
Ketika Yasuyo dan ibunya berlibur ke Bali, ia dipertemukan dengan calon suaminya saat itu. Belum ada perasaan untuk menikah dengan pemuda yang baru saja dikenalnya itu. Barulah beberapa bulan kemudian, pada kunjungan ke Bali berikutnya, Yasuyo diminta untuk menjadi istri pemuda tersebut. “Saya sedikit terkejut. Tetapi, saya melihat bahwa Helmi (red: nama suami Yasuyo) adalah pemuda yang baik. Dan saat itulah, saya melihat jalan keluar yang selama ini saya mimpikan… .“, dan Yasuyo pun diperkenalkan dengan orang tua Helmi. Tidak ada sesuatu yang memberatkan. Bahkan, Yasuyo serasa mendapat apa yang selama ini dia nantikan, untuk memulai kehidupan baru. Begitu yang ia rasakan, ketika orang tua calon suaminya mensyaratkan Yasuyo untuk ber-Islam, sebelum menikah.
Yang menarik adalah, beberapa aturan dalam Islam yang sempat disampaikan oleh orang tua calon suaminya tersebut, seperti sholat 5 waktu, puasa dan menutup aurat; sama sekali tidak dipandang sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan Yasuyo.
Ia bahkan beranggapan, seorang yang beragama, memang sudah seharusnya mentaati aturan dalam agamanya, dan berkomunikasi dengan Tuhan-nya. Pada bulan April 2000, Yasuyo mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai langkah awalnya ber-Islam, kemudian pada akhir April di tahun yang sama ia resmi menikah dengan Helmi Masadi, suaminya saat ini. Dan Yasuyo pun, di dalam keluarga barunya di Indonesia, lebih akrab disapa dengan nama Yasmin.
Menjadi seorang mualaf baginya bukan hal yang memberatkan, karena ia saat itu masih menetap di rumah orang tua suaminya di Bali. Beribadah, sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mereka jalankan bersama-sama, sehingga Yasmin merasakan hal tersebut sebagai sesuatu yang rutin dan biasa dilakukan.
Ditunjang dengan tekadnya sejak awal untuk memulai kehidupan yang baru, sehingga betapa banyak yang harus ia pelajari, seperti bahasa Indonesia, berbagai aturan dalam Islam, menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya; bukan hal yang menyurutkan langkahnya. Menjalankan Kehidupan Sebagai Muslimah Setelah anak pertamanya, Aisya berusia 1 tahun, pada tahun 2001, keluarga Yasmin Mashadi meninggalkan Bali, kembali ke Jepang. Kemudian, tiga tahun kemudian lahirlah anak kedua, Sakina, yang saat ini berusia 1 tahun 3 bulan. Kehadiran dua orang anak dalam kehidupannya benar-benar ia syukuri. Kedua putinya ini juga yang membuatnya semakin terpacu untuk menjalankan Islam dengan bersungguh-sunguh. Walaupun Yasmin merasa tidak mempunyai bekal yang cukup untuk mendidik buah hatinya secara islami, tetapi dengan bantuan suami dan sesama mualaf yang dikenalnya, ia mulai mendalami Islam setahap demi setahap.
Amat sulit mendapatkan buku berbahasa Jepang yang mengupas Islam, sedangkan membaca tafsir Al Quran yang diterjemahkan dalam bahasa Jepang pun, masih sulit buat Yasmin. Sehingga, tidak jarang di sela-sela waktu luangnya bersama suami, Yasmin banyak bertanya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya. Dan semakin ia mendapat jawaban dari pertanyaannya itu, semakin ia bersyukur atas hidayah Allah s.w.t. kepada dirinya. Ia merasa sangat beruntung dan sedang menapaki jalan kehidupan yang benar. Saat ini pun Yasmin masih ingin lebih banyak mengetahui pengalaman hidup sesama mualaf di Jepang, terutama bila menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan sanak saudara dan teman-teman yang non Islam, tetapi jarak dan waktu menjadi kendala untuk lebih sering berkomunikasi dengan mereka.
Dari ungkapan Yasmin, tersirat dan tersurat bahwa beberapa kendala tersebut tetap jauh lebih kecil dibandingkan dengan hasratnya untuk semakin mendalami Islam. Pengalaman masa lalunya, menjadi cermin bagi Yasmin untuk memberi yang terbaik untuk kedua buah hatinya. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan (sekolah) di Jepang tidak banyak memberi sentuhan moral dan agama bagi anak-anak.
Mereka pesat dalam mempelajari ilmu pengetahuan tetapi tidak ada pengisi jiwa/hati, sehingga apabila sesuatu terjadi di luar kemampuan mereka, anak-anak itu tidak mempunyai pegangan dan terlempar ke keterpurukan jiwa; seperti apa yang dialami Yasmin dahulu.
Oleh karena itulah, ia berpendapat, sedini mungkin ingin mengenalkan anak-anaknya kepada Allah. Ia ingin anaknya tumbuh di lingkungan orang-orang yang melakukan ibadah dan bermasyarakat yang baik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga anak-anak itu merasa beribadah kepada Allah adalah hal yang biasa, yang memang seharusnya dilakukan oleh manusia.
Begitu besar keinginannya ini, hingga Yasmin dan suaminya sepakat untuk membesarkan anak-anak mereka di Indonesia. “Biarlah anak-anak yang masih kecil ini belajar mengenal penciptanya secara natural, dengan tinggal di lingkungan masyarakat yang beragama dan menjalankan perintah agamanya dengan baik.
Saya sendiri belum bisa memberi contoh nilai-nilai keislaman yang banyak pada mereka. Bahkan, bisa jadi saya akan belajar bersama anak-anak saya… membaca Al Quran, misalnya. Dan apabila kelak mereka sudah menjadi dewasa, saya berharap mereka sudah mempunyai bekal iman yang kuat, untuk kemudian memperluas ilmu pengetahuan maupun pergaulan mereka. Mereka boleh belajar tentang apa saja, di mana pun.” . Mata Yasmin menerawang jauh ke depan saat mengucapkan kalimat tersebut, seakan sebuah titik terang sudah terlihat di depan matanya, dan ia siap melangkah setapak demi setapak menuju titik itu. Di akhir perbincangan dengan penulis, Yasmin juga mengungkapkan keinginannya untuk menekuni kembali bidang keahliannya dulu, sebagai desainer. Ia bercita-cita untuk membuka sekolah mode busana muslim di Indonesia nantinya. Insya Allah. Wassalamu'alaikum wr wb
Setiap pulang tarawih di masjid Al Bina senayan ( kira-kira jam 9an )… aku selalu lewat prapatan lampu merah pintu 1, karena rumah ku kan di daerah juraganan, mau ngga mau memang mesti lewat situ…. Sebenernya takut juga sih … “udah cewe”… “sendirian”… “jalan jam 9 malem lagi”.. lagipula jalannya sepi banget, ada sih mobil 1-2 lewat, tapi itu ngga ngurangin rasa was-was ku… Yah.. tawakal aja deh sama Allah SWT , pasti sampai rumah dengan selamat Hm… tadinya sih takut, tapi lama-lama alhamdulillah jadi terbiasa, trus pemandangan malamnya lumayan menarik kok… oia di pojok, pas mau nyebrang ada papan iklan “ a mild “ tulisannya “ Siang di pendam Malam Balas Dendam “ papannya guede banget, gambarnya makanan buanyak banget… ngeliat itu jadi senyum2 sendiri hehehehhe. Mengenai papan iklan ini, ada kenalan baru yang juga shalat tarawihan di sana bilang, kalau subuh papan iklannya berubah, gambar makanan yang banyak itu hilang, diganti jadi “ piring-piring kosong bersih mengkilap” walaupun tulisannya juga masih sama… wah ternyata berubah beneran loh… Ngomong-ngomong soal iklan, kayaknya sekarang banyak banget iklan-iklan yang terlalu berlebihan mempromosikan barang dagangannya deh. Contohnya film pocong 3. Masa di ujung jalan pintu 1 Senayan di pasang boneka “ Pocong” raksasa … udah gitu di “kain kafannya” ada warna coklat-coklat nya, mungkin untuk memberi kesan kalau tuh “ pocong” habis bangkit dari kubur kali ya? ah ngga tau deh, yang jelas “ pocong “ nya bikin orang kaget, ngeri ( contohnya aku hehhehe ). Pernah aku lewat situ subuh-subuh sendirian, kalau subuh lampu-lampu di sepanjang jalan pintu 1 senayan sudah dimatikan, kebayangkan ngerinya … ( takut pocongnya hidup beneran ). Akhirnya daripada ngga sampe rumah, pas dikit lagi lewat di depan “ pocong” nya aku tutupi sisi sebelah kanan ku dengan tangan … supaya ga liat pocongnya… alhamdulillah ngga liat sih… dan alhamdulillah juga.. ngga ada mobil yang berbelok, soalnya takut ketabrak. Hehehehe… Kayaknya dulu juga pernah di taruh boneka “ kuntilanak” sewaktu promosi film kuntilanak di tempat yang sama deh … ( dapat info dari radio ). Hm.. mank pojokan jalan pintu 1 senayan bagus buat promosi film2 semacam itu ya? hm.. yang jelas cabut donk “ pocong” nya biar aku ga ngeri lagi lewat sana... please...
Written by Aisyah Senin, 28 Juli 2003 Diriwayatkan oleh Sufyan Ats-Tsuary Rahimahullah bahwa Abu Dzar Radhillahu anhu berdiri di sisi Ka'bah seraya berkata : '' Wahai Manusia, saya adalah Jundab Al-Ghifary Sahabat Rasulullah Shollalahu 'Alayhi wa Sallam, kemarilah kalian untuk menemui saudara kalian yang menasehati dengan penuh kasih sayang.'' Maka tatkala mereka berkumpul disekelilingnya, Abu Dzar bertanya: ''Bukankah kalian tahu bahwa jika salah satu di antara kalian ingin berpergian maka dia akan mempersiapkan bekal yang layak baginya dan menyampaikannya ke tempat yang ia tuju?'' Mereka menjawab: ''Benar, memang demikian seharusnya wahai Abu Dzar.'' Abu Dzar pun berkata: ''Jika demikian, maka ketahuilah bahwa perjalanan di hari kiamat lebih jauh dari apa yang kalian tuju di dunia ini, maka ambillah bekal yang dapat menyelamatkan kalian.'' Mereka bertanya: ''Apakah bekal yang layak kami persiapkan untuk perjalanan tersebut wahai sahabat Rasulullah Shollalahu 'Alayhi wa Sallam?'' Beliau menjawab: ''Berhajilah kalian untuk menghadapi urusan yang agung, shaumlah kalian di hari yang panas untuk menghadapi lamanya berdiri di padang Mahsyar dan sholatlah dua rekaat di kegelapan malam karena kubur itu menakutkan.'' Mereka berkata: ''Semoga Allah membalas kebaikanmu wahai Abu Dzar, tambahkanlah nasihat anda untuk kami.'' Lalu beliau menambahkan: ''Berkatalah dengan ucapan yang baik dan jangan tanggapi ucapan buruk untuk menghadapi saat sendiri di padang Mahsyar, bersedekalah dengan hartamu, agar kalian selamat dari kesusahan di hari itu.'' Mereka berkata: ''Alangkah bagusnya nasehat anda wahai sahabat Rasulullah, teruskanlah nasihat ini!'' Beliau melanjutkan: ''Jadikan dunia untuk majelis dua hal, majelis untuk memburu akhirat dan majelis untuk mencari yang halal. Adapun yang ketiga, akan mendatangkan kemadharatan dan tiada memberikan manfaat bagimu. Jadikan harta milikmu menjadi dua bagian. Bagian pertama sebagai nafkah yang halal bagi keluargamu dan bagian kedua untuk bekal akhiratmu, selain itu akan mendatangkan madharat bagimu dan tidak akan memberikan manfaat padamu.'' Wahai manusia, bisa jadi rasa tamak dapat membunuhmu sedangkan kamu tak mampu mencegahnya.'' Sahabat yang agung ini telah menunaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya, mengutaraakan dengan tegas kalimat yang benar dimanapun beliau berada. Dalam nasihatnya, beliau mengaitkan antara ibadah dengan akhlak. Beliau menyalurkan harta pada tempat yang tepat, ikut andil dalam memperbaiki masyarakat, memenuhi kebutuhannya dan melarang kebakhilan, menumpuk harta dan mengabdi kepada harta Sudah semestinya pedapatan itu berasal dari yang halal, kemudian digunakan untuk nafkah yang wajib atau sedekah jariyah demi terealisasinya takaful ( bahu-membahu) dan keseimbangan dalam masyarakat muslim, sedangkan selain harta yang demikian itu maka akan mendatangkan madharat dan tiada manfaat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'Ala yang artinya : ''Dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri dan Allah-lah yang maha kaya sedangkan kamulah orang yang berkehendak (kepada-Nya).'' (Muhammad : 38) Demikianlah nasehat dari saudara yang menasihati dengan penuh kasih sayang sebagaimana yang digambarkan Abu Dzar sendiri. Beliau menasihati mereka untuk berbekal taqwa dan amal shalih. Lalu beliau memberikan rincian bekal yang bermanfaat bagi mereka, yakni ibadah yang khusyu' dan tulus, menjauhi bencana lisan, mengarahkan semangat untuk mendapatkan yang halal, atau beramal untuk akhirat. Sungguh tidak ada lagi kejujuran, nasihat dan kasih sayang yang lebih besar dari itu Diambil dari Kitab Haakadza.. Tahaddatsas Salaf , Dr. Musthafa Abdul Wahid
Bismillahirrahmanirahim... ASSALAMU’ALAIKUM Assalamu’alaikum ya akhi… ya ukhti…( 4x ) Salam-salam hai saudaraku Smoga Allah merahmatimu Salam-salam wahai semua Smoga hidup jadi bahagia Bila hati terasa sedih Bila jiwa terasa hampa Mungkin kita sudahlah lupa Berdzikir tenangkan jiwa Bila langkah sempit dunia Rezeki dicari alangkah susah Mungkin kita sudahlah lupa Sedekah lapangkan harta Dalam hidup semua bekerja Kadang salah bahkan berdosa Janga-jangan putus asa Ampunan Allah slalu terbuka Dalam hidup tiada sempurna Kadang khilaf kadang terlupa Jangan-jangan putus asa Ampunan Allah slalu terbuka Assalamu’alaikum ya akhi… ya ukhti… ( 4x ) TAUBAT Wahai Tuhan … jauh sudah Lelah kaki melangkah Aku hilang tanpa arah Rindu hati sinarMu Wahai Tuhan … aku lemah Hina berlumur noda Hapuskanlah terangilah Jiwa dihitam jalanku Ampunkanlah aku Trimalah taubatku Sesungguhnya Engkau Sang Maha pengampun dosa Ya Robbi… ijinkanlah Aku kembali padaMu Meski mungkin takkan sempurna Aku sebagai hambaMu Ampunkanlah aku Trimalah taubatku Sesungguhnya Engkau Sang Maha pengampun dosa Berikanlah aku Kesempatan waktu Aku ingin kembali… kembali kepada Mu Dan mungkin tak layak… sujud padaMu Dan sungguh tak layak …aku… RAPUH Detik waktu terus berjalan Berhias gelap dan terang Suka dan duka tangis dan tawa Tergores bagai lukisan Seribu mimpi berjuta sepi Hadir bagai teman sejati Diantara lelahnya jiwa Dalam resah dan airmata Kupersembahkan kepadaMu Yang terindah dalam hidup Meskiku rapuh dalam langkah Kadang tak setia kepadaMu Namun cinta dalam jiwa Hanyalah padaMu Maafkanlah bila hati Tak sempurna mencintai Mu Dalam dada kuharap hanya DiriMu yang bertahta Detik waktu terus berlalu Semua berakhir padaMu PEWARIS SURGA Mereka adalah pewaris surga Manusia yang disayangi Allah Alangkah indah bila hati mengenalnya Tanda-tanda ada tujuh di hidupnya Yang pertama orang yang beriman kepada Allah Iman dihati, mulut dan langkahnya Yang kedua orang yang menjauh dari segala Perkara perkara yang tiada guna Yang ketiga orang yang menunaikan zakatnya Yang keempat menjaga kemaluannya Yang kelima orang yang memelihara amanat Yang keenam orang yang penuhi janjinya Yang ketujuh orang-orang yang selalu menjaga Waktu dan khusuk setiap sholatnya Mereka adalah orang yang dirindu surga Surga firdauslah tempat kembali mereka MENDAMBAMU Berlalu sang waktu Berabat sudah jauh aku darimu Dalam hitam legam jaman di wajahku Mendambamu,merindumu Hadir kembali dalam setiap langkah hidupku Muhammad ya Rasulullah Ya Nabi…ya Habibi… Semoga Allah slalu merahmatimu Dengan cinta kasih dan keslamatan umatmu Di wajahmu,dilangkahmu Di setiap hela nafas yang terpancar cahaya Teranglah…gelapnya jiwa Allahhumma shali wassalim alla Muhammad Ya Rasullallah… Allahhumma shali wassallim wabarik allaihi Muhammad karenamu Tersingkaplah jalan cinta hamba kepadaNya Terang hati dengan cahya di jalanmu Mendambamu, merindumu Hadir kembali dalam setiap langkah hidupku Hadirlah.... gelapkan sirna Ya nabi ya habibi … Yaa Muhammad HAJI Labbaik Allohumma labbaik Labbaikala syarikalaka labbaik Innal hamda wanni’matalak Walmulkala syarikalaq Wahai Allah Kami datang memenuhi panggilanMu Tiadalah sekutu untukMu Sgala puji dan kuasa untukMu Kami meraba tanpa cahaya Kami yang lupa hina dan papa DihadapanMu yang Maha Indah DihadapanMu yang Maha Mulya Labbaik Allohumma labbaik Labbaikala syarikalaka labbaik Innal hamda wanni’matalak Walmulkala syarikalaq… ALLAH CINTA Allah cinta pada orang berzikir Allah cinta pada orang berfikir Allah cinta pada orang yagn ta’at Allah cinta pada orang bertaubat Allah cinta pada orang yang jujur Allah cinta pada orang yang bersyukur Allah cinta pada orang dermawan Allah cinta pada orang yang sabar Hidup di dunia hanyalah sebentar Setiap perbuatan kan mendapat balasan Hidup didunia hanyalah sejenak Setiap perbuatan kan mendapat ampunan Allah ya…Allah Allah ya Rohman Allah ya..Allah Allah ya Rohim BERUNTUNGLAH Beruntunglah bila hati mengenal Allah Beruntunglah bila diri merindu Allah Beruntunglah bila jiwa berharap Allah Beruntunglah cita-cita hanyalah Allah Semua makhluk kan memuji memuja Allah Bersujudlah semesta raya kepada Allah Takkan ada perbandingan untukMu Allah Keagungan,kebesaran milikMu Allah Semua di langitMu Semua dalam lautMu Setiap hati mendamba cintaMu Allah Allah hanya Allah Semua kan bermuara Suka, duka , airmata, cinta Hu Allah..Hu Allah…Hu Allah Hu… Hanya Allah Maha Pengasih Hanya Allah Maha Penyayang Allah yang Mengampuni Allah yang Mema’afkan Allah Maha Pemurah Allah Maha Dermawan Allahu…Allah…Allahu Akbar Hu Allah..Hu Allah…Hu Allah Hu… YA RAHMAN |
|