カオルちゃん's site

Blog Entry7 Resep Sehat ala Rasulullah SawOct 27, '07 12:00 AM
for everyone

Assalamu'alaikum Wr. Wb,

 

Kalau musim hujan tiba, brarti musim penyakit tlah tiba juga nih, Karena kondisi badan lagi drop, aku kena flu plus batuk berdahak lom sembuh2 nih…

Hm… dari hasil cari2 artikel di internet, ternyata Rasulullah  hanya sakit dua kali dalam hidupnya.loh!!

 

Apa aja sih resepnya?

 

 

1. BANGUN PAGI

 

*** Rasulullah SAW selalu mengajak umatnya untuk bangun sebelum Subuh. Melaksanakan Sholat Sunnah dan Sholat Fardlu...Sholat Subuh Berjama'ah. Ini sungguh bermanfaat bagi kita, yaitu: # memperoleh pahala berlimpah dari Allah SWT, # memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan, # Segarnya udara Subuh sangat bagus untuk kesehatan.

 

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

 

*** Rasulullah SAW senantiasa selalu rapi & bersih. Tiap hari Kamis atau Jum'at, Beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman". (H.R. Muslim)

 

3. TIDAK BANYAK MAKAN

 

*** Rasulullah SAW bersabda: "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar, dan bila kami makan, tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan)". (Muttafaq Alaih).

 

*** Di dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda, yaitu: sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air, dan sepertiga lainnya untuk makanan. Bahkan ada satu tarbiyah khusus bagi umat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

 

4. JALAN KAKI

 

*** Rasulullah SAW selalu berjalan kaki ke Masjid, ke Pasar, Medan Jihad, mengunjungi Rumah Sahabat, dsb. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka, dan peredaran darah semakin bertambah lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

 

5. TIDAK PEMARAH

 

*** Nasihat Rasulullah SAW: "Jangan Marah...Jangan Marah...Jangan Marah", diulang sampai 3 kali. Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim, bukanlah terletak pada fisik belaka. Tetapi lebih jauh lagi, yaitu: dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.

 

*** Ada terapi yang tepat untuk menahan dan mencegah amarah:

 

>>>>Mengubah posisi ketika marah. Jika berdiri, maka duduklah. Jika Duduk maka berbaringlah.

 

>>>>Membaca Ta'awwudz, karena marah itu dari setan.

 

>>>>Segeralah berwudhu, lalu Sholat 2 raka'at untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati.

 

6. OPTIMIS & TIDAK MUDAH PUTUS ASA

 

*** Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa, sehingga tetap sabar, istiqomah, dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.

 

7. TIDAK IRI HATI

 

*** Untuk menjaga stabilitas hati dan kesehatan jiwa juga mentalitas; maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

 

*** "Yaa Allah, bersihkanlah hatiku dari sifat-sifat mazmumah, dan hiasilah diriku dengan sifat-sifat mahmudah"...Amiin.

 

Semoga kita sebagai umat Islam, bisa dan mau mengikuti bimbingan tauladan dari Rasulullah SAW.

 

 

 

Wassalamu'alaikum Wr. Wb,

 

artikel diambil disini


Assalamu'alaikum wr.wb
Memang, segala macam perintah Tuhan itu ternyata kembali untuk
kebaikan kita juga baik sewaktu di dunia maupun di akhirat nanti ...
saya jadi teringat tahun 93-an dulu pernah ada seminar internasional tentang 'The
Miracles of Qur'an' di IPTN Bandung. Berbagai makalah ilmiah yang berhubungan
dengan keajaiban al-Qur'an dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu
dipresentasikan...dari mulai pandangan seorang biologist,
archeologist,geologist, neurologist, ahli bahasa dan lain
sebagainya...subhanallaah...wahai Tuhanku sesungguhnya Engkau
tidak menciptakan semua ini dengan sia-sia...

Dibawah ini ada artikel menarik tentang keutamaan sujud (gerakan
dalam sholat) dengan kesehatan, kecantikan, kebugaran, dll....selamat
menikmati...

Wassalamu'alaikum wr.wb, ( Teman di Bandung )
=========================================

Sujud Bikin Cerdas
Salat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi
tubuh
manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur
(gerakan khas
tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat
masing-masing
gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan salat gudang obat bagi
berbagai
jenis penyakit!
 

Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan salat,
sejak itulah
ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab salat diturunkan
untuk
menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah
sekian tahun
menjalankan salat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?
 
 

TAKBIRATUL IHRAM
Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga,
lalu
melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening
(limfe) dan
kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan
darah
mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan,
otot bahu
meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar.
Kemudian kedua
tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap
ini
menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada
tubuh bagian
atas.
 
 

RUKUK
Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus
sehingga
bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan
tumpah.
Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.
 
 

Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang
belakang
(corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf.
Posisi jantung
sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian
tengah.
Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot
bahu hingga
ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah
gangguan
prostat.
 
 

I'TIDAL
Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah,
mengangkat kedua
tangan setinggi telinga.

Manfaat: Ftidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum
sujud. Gerak
berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang
baik. Organ
organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan
pelonggaran secara
bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.
 
 

SUJUD
Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung
kaki, dan
dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak.
Posisi
jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir
maksimal
ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena
itu,
lakukan sujud dengan tumaa??ninah, jangan tergesa gesa agar darah
mencukupi
kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan
wasir. Khusus
bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa
bagi
kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.
 
 

DUDUK
Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan
tawarruk
(tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang
terhubung
dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri
pada pangkal
paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan.
Duduk tawarruk
sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih
(urethra),
kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika
dilakukan.
dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi
telapak kaki
pada iffirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut
meregang
dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah
yang menjaga.
kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.
 
 

SALAM
Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.
Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan
aliran darah
di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga
kekencangan kulit
wajah.

BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi
mempercantik
diri wanita luara?'dalam.
 
 

PACU KECERDASAN
Gerakan sujud dalam salat tergolong unik. Falsafahnya adalah
manusia
menundukkan diri serendaha?'rendahnya, bahkan lebih rendah dari
pantatnya
sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu
mengenai
kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof
Sholeh,
gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggia?'tingginya.
Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di
otak terlatih
untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi
jantung berada
di atas kepala yamg memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak.
Itu
artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu
kerja
sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu
dapat
memacu kecerdasan.
 

Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry, AS.
Bahkan
seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya
menyatakan masuk
Islam setelah diama?'diam melakukan riset pengembangan khusus
mengenai
gerakan sujud.
 
 

PERINDAH POSTUR
Gerakana?'gerakan dalam salat mirip yoga atau peregangan
(stretching).
Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah.
Keunggulan
salat dibandingkan gerakan lainnya adalah salat menggerakan
anggota tubuh
lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot
dada. Saat
sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga
telapak tangan.
Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang
menjadi
kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah
bentuknya tetapi
juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.
 
 

MUDAHKAN PERSALINAN
Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa.
Saat pinggul
dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otota?'otot
perut (rectus
abdominis  dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh.
Kondisi ini
melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan
lama. Ini
menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan
pernapasan yang baik
dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah
berkembang
menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih
elastis.
Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta
mempertahankan
organa?'organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
 
 

PERBAIKI KESUBURAN
Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam salat ada dua macam
sikap duduk,
yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat
akhir).
Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otota?'otot daerah
perineum.
Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga
lubang,
yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan
saluran kemih.
 

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah
perineum. Punggung
kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki
kanan harus
menekan pangkal paha kanan. Pada posisi ini tumit kaki kiri akan
memijit dan
menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki
organ
reproduksi di daerah perineum.
 
 

AWET MUDA
Pada dasarnya, seluruh gerakan salat bertujuan meremajakan tubuh.
Jika tubuh
lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika
dilakukan
secara rutin, maka sela?'sel yang rusak dapat segera tergantikan.
Regenerasi
pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan
punya pengaruh
besar pada keA-kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya
relaksasi
wajah dan leher. Yang tak kalah penA-tingnya, gerakan ini
menghinA-darkan
wanita dari serangan migrain dan sakit kepala
lainnya


Blog Entry" ijime" Oct 17, '07 1:04 AM
for everyone

Assalamu'alaikum wr wb

by Ida Arimurti

Bullying dan Stress ( Mika- Jepang )

Saya memberanikan diri untuk menulis sedikit tentang kehidupan disini.
Pendidikan di Jepang sama dengan di Indonesia yaitu 6-3-3, SD 6 tahun, SMP 3
tahun, SMA 3 tahun dengan wajib belajar selama 9 tahun. Anak SD bila
memasuki SD negeri maka orang tua hanya dibebankan biaya untuk peralatan
sekolah yang bisa dibeli sendiri, biaya untuk melakukan penelitian atau
biaya untuk piknik serta biaya untuk makan siang yang relatif murah(karena
anak sekolah di Jepang sampai sore jadi mereka makan siang di sekolah yang
dibuat oleh sekolah dengan mementingkan gizinya walaupun murah, untuk ini
ada guru ahli gizinya yang mengawasi dan membuat menunya). Makan siang ini
terdiri dari lauk pauk (daging/ikan/tahu dll), nasi/mie/roti,buah-buahan,
sayuran dan minumnya pasti susu dan dessert kadang-kadang ada. Ini setiap
sekolah berbeda tapi dasarnya sama.

Jadi anak-anak disini walaupun misalnya di rumah kurang gizi (ada sejumlah
kasus ekstrim anak yang diabaikan orang tuanya antara lain karena
bercerai,terlalu sibuk bekerja,sakit, miskin dll) di sekolah bisa dilengkapi
gizinya. Waktu masuk sekolah pertama kali adalah yang paling memakan biaya
banyak karena disini ada upacara anak masuk sekolah. Disini orang tua harus
berpakaian rapi dan anak juga harus memakai baju rapi(seperti jas, blazer)
yang harganya cukup mahal. Kemudian anak juga harus mempunyai
randoseru(semacam tas  ransel berbentuk agak kotak dipakai selama 6 tahun).
Tas ini juga tidak murah, biasanya untuk perempuan berwarna merah, laki-laki
hitam. Kemudian membeli peralatan sekolah pianika, alat tulis, baju olah
raga, sepatu untuk didalam( karena disini sepatu untuk di dalam sekolah dan
di luar sekolah berbeda, kalau orang tua memakai semacam sandal
kain(surippa)untuk di dalam rumah, ingat rumah orang Jepang sepatu dilepas
di genkan(apa bahasa Indonesianya ya?ambang rumah?)dekat dari pintu rumah,
kemudian diganti sandal rumah.

Orang Jepang terbiasa apa-apa teratur, seragam, kita lihat saja turisnya
berbaris teratur mengikuti seseorang (leader/tourist guide) yang memegang
bendera. Begitupun di sekolah. Hampir semua alat-alatnya seragam, baik warna
, bentuknya karena kebanyakan dibeli di sekolah. Bila ada anak pindahan dari
sekolah lain (tenkousei) ada beberapa alatnya yang berbeda. Dalam masyarakat
Jepang kalau berbeda ada kecendrungan tidak disukai, jadi kalau ada sesuatu
sedang mewabah atau trend, semua ikut-ikutan sampai menjadi-jadi dan heboh
dibahas di media koran, tv, majalah dll . Misalnya waktu itu sedang heboh
masalah korean drama, beberapa waktu yang lalu tentang pengemudi yang mabuk,
akhir-akhir ini tentang bunuh diri karena ijime (bullying/diejek?). Sekali
lagi saya bilang disini sesuatu yang berbeda cenderung tidak disukai. Di
sekolah misalnya anak yang berbeda karena misalnya apa-apa lambat, anak yang
bodoh, anak yang terlalu pintar, anak pindahan dari sekolah lain, anak indo
(di Jepang disebut half) ini setengah Jepang setengah kebangsaan lain,
(walaupun berpaspor Jepang tetap dibilang half )ini sangat rentan dengan
ijime/bullying tadi.

Saya menyimpan kekhawatiran yang sangat besar tentang ini. Karena
ijime/bullying ini sudah menjadi borok penyakit yang sangat dalam di Jepang
dari dulu. Teman saya yang orang Jepang berpendapat pendidikan Jepang itu
gagal. Kenapa angka bunuh diri di kalangan remaja sangat besar?Saya sendiri
berpendapat karena mungkin karena orang Jepang tidak mempunyai agama
sehingga bila ada masalah tidak tahu harus bagaimana , jadi mengakhiri hidup
sendiri. Disini budayanya adalah tidak mau merepotkan orang lain termasuk
saudara, teman.Jadi kalau ada kesulitan sesuatu dikeluarkan dari kerjaan,
masalah uang, terjerat hutang, mereka biasanya jarang meminta pertolongan
saudara atau teman. Jadi walaupun adiknya kaya, bisa saja kakaknya miskin,
tidak seperti di Indonesia masih mau menolong / mengurus saudaranya yang
miskin. Ijime / bullying di kalangan laki-laki biasanya kelihatan bekasnya
misalnya bekas dipukuli, memar-memar berdarah.

Di kalangan perempuan lebih mengkhawatirkan. Mereka mengusahakan supaya
tidak kelihatan dalam keadaan biasa, misalnya diacuhkan, dikata-katai,
sampai ada (menurut majalah) (maaf) dibakar bulu kemaluannya, diambil celana
dalamnya untuk dijual ( disini laki-laki Jepang yang brengsek akan
bersemangat membeli celana dalam anak gadis yang sudah dipakai, jauh lebih
mahal dari yang baru) , news yang paling baru ada anak yang diacuhkan,
diejek bau,ditertawakan,dalam sport waktu pass bolanya sengaja tidak
diambil, terus waktu pass ke dia diberikan bola yang sulit dan kalau gagal
mengambil bolanya akan diejek dan ditertawakan. Anak perempuan kan suka
berkelompok.Sehingga waktu keadaan  ini terjadi terus menerus membuat dia
tidak tahan, akhirnya bunuh diri dengan meninggalkan surat mengucapkan
selamat tinggal, kalau tidak ada dia bebannya akan menjadi ringan. Awalnya
sekolah tidak mengakui bila dia bunuh diri karena ijime/bully, tetapi
setelah beberapa hari setelah dimuat di media secara luas akhirnya mengakui
dan meminta maaf kepada keluarga anak tersebut, dan anak-anak yang ijime
kepada dia diberi bimbingan khusus, entah seperti apa. Di Jepang bila yang
melakukan kejahatan di bawah umur cenderung dilindungi dari media dengan
tidak menyebutkan nama, inisial atau menayangkan wajahnya.Sekolah-sekolah
lain banyak yang tidak mengakui di dalam sekolahnya ada ijime, banyak yang
menutup-nutupi fakta tersebut.

Budaya Jepang itu sangat mencekik leher diri sendiri, terlalu rajin
(misalnya kalau bekerja tidak ngobrol berbeda jauh dengan Indonesia ,kita
lihat banyak pegawai toko yang santai mengobrol tidak memperhatikan
customernya) sehingga mereka terlalu stress, tidak tahu bersantai untuk
melepaskan ketegangan. Anak-anak Jepang dibebani sejak kecil untuk belajar
giat, selepas sekolah mereka pergi ke juku (semacam kursus), naraigo
(semacam kursus) belajar sempoa, Shuji (kaligrafi Jepang), berenang, bahasa
Inggris,piano dll. Orang tua percaya bila anak sedari kecil belajar
macam-macam, anak SD misalnya bisa masuk SMP yang bagus, kemudian SMA nya
yang favorit misalnya sehingga bisa lulus ujian masuk universitas favorit
(misalnya Tokyo univ.) sehingga nanti bisa mendapatkan pekerjaan dengan
mudah.

Hal lain saya setuju dengan pendapat orang Jepang bermuka dua. Karena budaya
mereka penuh dengan basa-basi, cara mereka berkomunikasi sepotong-sepotong
untuk memberikan waktu bagi lawan bicara untuk menanggapi, dan tidak
mengatakan langsung sesuatu dengan jelas karena diharapkan lawan bicara
mengerti apa yang dia maksud walaupun tidak diucapkan secara langsung. Ini
menyulitkan kita yang tidak terbiasa cara mereka berkomunikasi. Mereka
sangat peka terhadap lawan bicaranya dan bila kita tidak terbiasa banyak
bahasa-bahasa tubuh serta intonasi-intonasi yang akan mempunyai arti
tersendiri. Tapi dimanapun manusia itu sama, orang yang baik juga ada
terlepas apa kebangsaannya, yang bermuka dua juga ada di Indonesia. Mungkin
karena orang Jepang dulunya terisolasi selama berabad-abad membuat mereka
mempunyai prejudice tersendiri terhadap orang asing. Mereka sering bilang
orang asia kepada kita (padahal mereka sendiri orang asia) dan sangat memuja
orang Amerika mungkin karena pernah dikalahkan pada PD ll.Selama ini saya
banyak mengamati dan belajar berinteraksi dengan mereka termasuk tata krama
mereka bergaul. Masih banyak hal yang belum saya ketahui dan pelajari. Ini
saya lakukan karena saya hidup disini, supaya bisa survive untuk anak-anak
dan keluarga saya khususnya.Karena seorang istri di Jepang adalah semacam
pintu bagi keluarganya yang mengatur dan menghadapi semuanya. Segala urusan
dilakukan melalui seorang istri karena suami bekerja. 

Saya juga selalu mengajarkan kapada anak-anak supaya kuat karena mereka
harus bersaing dengan anak-anak asli Jepang supaya perbedaan yang mereka
miliki bukan menjadi nilai yang melemahkan tapi menjadi nilai lebih yang
menguatkan supaya bisa survive menjalani kehidupan disini.

Wassalamu'alaikum

artikel diambil disini


Blog EntryYasmin beranjak dari titik nol Oct 17, '07 12:49 AM
for everyone
Assalamu'alaikum wr wb
 
Cerita ini kisah dari salah seorang teman mualaf saya. Tulisan lama dan tadinya ditulis untuk sebuah majalah wanita milik teman eks Tsukuba. Sarat dengan hikmah... ada baiknya menjadi sarana pembelajaran buat kita semua. Selamat menyimak... (tarik nafas... jangan lupa sedia minuman & snack, karena yg dibaca bakal puanjaang..!! by Serindit Indraswari (Didit))


Saat itu bulan November 2004, muslimin dan muslimah dari berbagai negara berdatangan untuk menjalankan sholat Ied. Melihat seorang ibu yang tengah sibuk membenahi perlengkapan dua orang anaknya yang menggunakan jilbab kecil ala Indonesia, saya bersama beberapa teman memberanikan diri untuk bertanya dalam bahasa Indonesia kepadanya. “Yasmin…”, begitu muslimah ini memperkenalkan dirinya pada saat pertama kali kami bertemu di satu-satunya musholla di Tsukuba, Ibaraki, Jepang. Ternyata Yasmin ini bersuamikan orang Indonesia dan tinggal tidak jauh dari Tsukuba.


Nama “Yasmin”, ia dapatkan dari orang tua suaminya yang merasa kesulitan untuk mengucapkan nama jepangnya, Yasuyo. Sudah 6 bulan saya mengenal Yasmin. Kesan saya, dia orang yang mandiri, dan tegas. Kelugasannya dalam berbicara, membuat saya menilai dia mempunyai sifat dasar yang berbeda dengan orang Jepang pada umumnya, yang selama ini saya kenal.

Pertanyaan Yang Mengusik Masa Kecil

Dilahirkan pada tahun 1973 di Tokyo, Satou Yasuyo, merupakan anak pertama dari dua bersaudara di keluarga Satou. Sejak berumur 4 tahun, Yasuyo kecil pindah ke Chiba, sebuah propinsi yang bersebelahan dengan Tokyo. Seperti anak-anak Jepang pada umumnya, Yasuyo tidak mengenal adanya kekuatan Yang Maha Kuasa.

Ayah dan ibu, sekolah maupun lingkungannya tidak memberi ruang untuk hal-hal yang tidak terlihat oleh mata. Walaupun demikian, di dalam pikiran Yasuyo kecil yang gemar dengan permainan puzzle dan menggambar ini, kerap muncul sebersit pertanyaan, “ Mengapa saya bisa hidup? Mengapa saya menjadi perempuan?......” Seiring dengan waktu, pertanyaan demi pertanyaan begitu saja berlalu, tanpa jawaban.

Memasuki dunia sekolah menengah, semakin banyak pertanyaan yang lebih kompleks, berdesakan di dalam pikiran Yasuyo. “ Apabila di dunia ini ada orang yang berbuat baik dan ada yang jahat, lalu apakah berarti dalam kehidupan ini tidak ada keadilan? ”.

Pertanyaan ini dipicu oleh gencarnya kasus ijime (dalam bahasa Inggris “bullying”) di tingkat sekolah dasar hingga menengah di Jepang pada saat itu. Dia melihat bagaimana seorang yang di-ijime ini menjadi tersiksa, tidak mempunyai teman, tidak berani melaporkan kejahilan temannya kepada orang tua apalagi guru di sekolah, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tidak kuat memikul beban sendiri.

Namun, kembali tidak ada jawaban atas pertanyaan yang muncul di pikiran Yasuyo.

Kejenuhan

Lepas dari sekolah menengah atas, Yasuyo memutuskan untuk mendalami bidang fashion. Masuklah ia di sebuah sekolah mode di Tokyo, selama 4 tahun. Lepas dari sekolah tersebut, dia langsung bekerja pada sebuah perusahaan garmen.

Kesibukan pekerjaan, membuat dia harus tinggal menetap di Tokyo, mengikuti perputaran roda kota besar yang penuh sesak dengan kesibukan pekerjaan. Tiada hari tanpa memikirkan pekerjaan.

Setiap langkah selalu berorientasi usaha untuk meningkatkan hasil penjualan pakaian di perusahaan tempatnya bekerja. Suatu hal yang tidak menghasilkan uang, menjadi sia-sia di mata kebanyakan masyarakat bisnis di Jepang.

Di tengah kejenuhan dengan rutinitas tersebut, hati Yasuyo kembali berteriak, “ Bodoh sekali kehidupan seperti ini… Orang-orang hanya memikirkan uang dan uang..”.

Ketidakadilan kehidupan yang menjadi pertanyaannya semasa duduk di bangku smp, kembali mengganggu pikirannya. “ Apabila anak yang dilahirkan dari keluarga yang kaya bisa menikmati hidup dengan mudah, apakah berarti tidak ada keadilan buat anak-anak yang dilahirkan dari keluarga yang miskin ?”.

Apabila pada masa kecilnya, pertanyaan-pertanyaan yang muncul di benaknya ini tidak pernah diungkapkan kepada orang lain, tetapi kali ini dia mendiskusikannya dengan beberapa teman dekat.

Walaupun kebanyakan teman diskusinya meng-iya-kan pendapat Yasuyo, tetapi diskusi hanya sebatas diskusi. Mereka serasa berada di jurang yang dalam. Mereka tahu kalau keadaan yang mereka jalani tidak baik, tapi mereka tidak kuasa untuk mendaki tebing jurang tersebut. Dan akhirnya, mereka tetap berputar-putar di dalamnya. Apabila kejenuhan datang, pelampiasan sekejap seperti menegak bir dan ke diskotik; itu yang mereka lakukan.

Beranjak dari Titik Nol

Tiga tahun lamanya Yasuyo bertahan dengan pekerjaannya sebagai desainer. Hingga akhirnya dia menyerah kelelahan, dan keluar dari pekerjaannya. Yasuyo menikmati masa-masa yang senggang, bekerja paruh waktu di sebuah department store, hanya sekedar mendapat uang untuk biaya hidup sehari-hari.

Namun, kembali Yasuyo dihadapkan pada kenyataan bahwa waktu yang senggang dan uang yang cukup tidak dapat memberikan “arti” buat kehidupannya. Dia merasa tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencapai sebuah “arti” kehidupannya. Perasaan jengah, jenuh, keinginan untuk keluar dari kehidupan yang tengah dijalaninya menjadi semakin kuat.

Yasuyo serasa berada di titik “nol”. “Saya sendiri merasa jenuh dengan keadaan waktu itu, tetapi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan… Tidak ada jalan keluar.”, begitu yang diungkapkan Yasmin (Yasuyo) mengenai perasaannya saat itu.

Pada saat itu yang ada dalam pikirannya hanyalah, ia merasa harus membuka lembaran baru, memulai segala sesuatu dari awal. Tetapi bagaimana ?

Ketika Yasuyo dan ibunya berlibur ke Bali, ia dipertemukan dengan calon suaminya saat itu. Belum ada perasaan untuk menikah dengan pemuda yang baru saja dikenalnya itu.
 
Barulah beberapa bulan kemudian, pada kunjungan ke Bali berikutnya, Yasuyo diminta untuk menjadi istri pemuda tersebut. “Saya sedikit terkejut. Tetapi, saya melihat bahwa Helmi (red: nama suami Yasuyo) adalah pemuda yang baik. Dan saat itulah, saya melihat jalan keluar yang selama ini saya mimpikan… .“, dan Yasuyo pun diperkenalkan dengan orang tua Helmi.

Tidak ada sesuatu yang memberatkan. Bahkan, Yasuyo serasa mendapat apa yang selama ini dia nantikan, untuk memulai kehidupan baru. Begitu yang ia rasakan, ketika orang tua calon suaminya mensyaratkan Yasuyo untuk ber-Islam, sebelum menikah.

Yang menarik adalah, beberapa aturan dalam Islam yang sempat disampaikan oleh orang tua calon suaminya tersebut, seperti sholat 5 waktu, puasa dan menutup aurat; sama sekali tidak dipandang sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan Yasuyo.

Ia bahkan beranggapan, seorang yang beragama, memang sudah seharusnya mentaati aturan dalam agamanya, dan berkomunikasi dengan Tuhan-nya.

Pada bulan April 2000, Yasuyo mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai langkah awalnya ber-Islam, kemudian pada akhir April di tahun yang sama ia resmi menikah dengan Helmi Masadi, suaminya saat ini. Dan Yasuyo pun, di dalam keluarga barunya di Indonesia, lebih akrab disapa dengan nama Yasmin.

Menjadi seorang mualaf baginya bukan hal yang memberatkan, karena ia saat itu masih menetap di rumah orang tua suaminya di Bali. Beribadah, sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, mereka jalankan bersama-sama, sehingga Yasmin merasakan hal tersebut sebagai sesuatu yang rutin dan biasa dilakukan.

Ditunjang dengan tekadnya sejak awal untuk memulai kehidupan yang baru, sehingga betapa banyak yang harus ia pelajari, seperti bahasa Indonesia, berbagai aturan dalam Islam, menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya; bukan hal yang menyurutkan langkahnya.

Menjalankan Kehidupan Sebagai Muslimah

Setelah anak pertamanya, Aisya berusia 1 tahun, pada tahun 2001, keluarga Yasmin Mashadi meninggalkan Bali, kembali ke Jepang. Kemudian, tiga tahun kemudian lahirlah anak kedua, Sakina, yang saat ini berusia 1 tahun 3 bulan. Kehadiran dua orang anak dalam kehidupannya benar-benar ia syukuri.

Kedua putinya ini juga yang membuatnya semakin terpacu untuk menjalankan Islam dengan bersungguh-sunguh. Walaupun Yasmin merasa tidak mempunyai bekal yang cukup untuk mendidik buah hatinya secara islami, tetapi dengan bantuan suami dan sesama mualaf yang dikenalnya, ia mulai mendalami Islam setahap demi setahap.

Amat sulit mendapatkan buku berbahasa Jepang yang mengupas Islam, sedangkan membaca tafsir Al Quran yang diterjemahkan dalam bahasa Jepang pun, masih sulit buat Yasmin.

Sehingga, tidak jarang di sela-sela waktu luangnya bersama suami, Yasmin banyak bertanya tentang hal-hal yang ingin diketahuinya. Dan semakin ia mendapat jawaban dari pertanyaannya itu, semakin ia bersyukur atas hidayah Allah s.w.t. kepada dirinya. Ia merasa sangat beruntung dan sedang menapaki jalan kehidupan yang benar.

Saat ini pun Yasmin masih ingin lebih banyak mengetahui pengalaman hidup sesama mualaf di Jepang, terutama bila menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan sanak saudara dan teman-teman yang non Islam, tetapi jarak dan waktu menjadi kendala untuk lebih sering berkomunikasi dengan mereka.

Dari ungkapan Yasmin, tersirat dan tersurat bahwa beberapa kendala tersebut tetap jauh lebih kecil dibandingkan dengan hasratnya untuk semakin mendalami Islam.

Pengalaman masa lalunya, menjadi cermin bagi Yasmin untuk memberi yang terbaik untuk kedua buah hatinya. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan (sekolah) di Jepang tidak banyak memberi sentuhan moral dan agama bagi anak-anak.

Mereka pesat dalam mempelajari ilmu pengetahuan tetapi tidak ada pengisi jiwa/hati, sehingga apabila sesuatu terjadi di luar kemampuan mereka, anak-anak itu tidak mempunyai pegangan dan terlempar ke keterpurukan jiwa; seperti apa yang dialami Yasmin dahulu.

Oleh karena itulah, ia berpendapat, sedini mungkin ingin mengenalkan anak-anaknya kepada Allah. Ia ingin anaknya tumbuh di lingkungan orang-orang yang melakukan ibadah dan bermasyarakat yang baik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga anak-anak itu merasa beribadah kepada Allah adalah hal yang biasa, yang memang seharusnya dilakukan oleh manusia.

Begitu besar keinginannya ini, hingga Yasmin dan suaminya sepakat untuk membesarkan anak-anak mereka di Indonesia.

“Biarlah anak-anak yang masih kecil ini belajar mengenal penciptanya secara natural, dengan tinggal di lingkungan masyarakat yang beragama dan menjalankan perintah agamanya dengan baik.

Saya sendiri belum bisa memberi contoh nilai-nilai keislaman yang banyak pada mereka. Bahkan, bisa jadi saya akan belajar bersama anak-anak saya… membaca Al Quran, misalnya. Dan apabila kelak mereka sudah menjadi dewasa, saya berharap mereka sudah mempunyai bekal iman yang kuat, untuk kemudian memperluas ilmu pengetahuan maupun pergaulan mereka. Mereka boleh belajar tentang apa saja, di mana pun.” .

Mata Yasmin menerawang jauh ke depan saat mengucapkan kalimat tersebut, seakan sebuah titik terang sudah terlihat di depan matanya, dan ia siap melangkah setapak demi setapak menuju titik itu. Di akhir perbincangan dengan penulis, Yasmin juga mengungkapkan keinginannya untuk menekuni kembali bidang keahliannya dulu, sebagai desainer. Ia bercita-cita untuk membuka sekolah mode busana muslim di Indonesia nantinya. Insya Allah.

Gambatte (berusahalah dengan sungguh-sungguh), Yasmin san ! (oleh Serindit Indraswari)

Wassalamu'alaikum wr wb

Blog Entrycerita dikitOct 10, '07 4:53 AM
for everyone

Setiap pulang tarawih di masjid Al Bina senayan  ( kira-kira jam 9an )… aku selalu lewat prapatan lampu merah pintu 1,  karena rumah ku kan di daerah juraganan,  mau ngga mau memang mesti lewat situ…. Sebenernya takut juga sih … “udah cewe”… “sendirian”… “jalan jam 9 malem lagi”.. lagipula jalannya sepi banget, ada sih mobil 1-2 lewat, tapi itu ngga ngurangin rasa was-was ku… Yah.. tawakal aja deh sama Allah SWT , pasti sampai rumah dengan selamat 

Hm… tadinya sih takut, tapi lama-lama alhamdulillah jadi terbiasa, trus pemandangan malamnya lumayan menarik kok… oia di pojok, pas mau nyebrang ada papan iklan “ a mild “ tulisannya “ Siang di pendam Malam Balas Dendam “  papannya guede banget, gambarnya makanan buanyak banget… ngeliat itu jadi senyum2 sendiri hehehehhe. Mengenai papan iklan ini, ada kenalan baru yang juga shalat tarawihan di sana bilang, kalau subuh papan iklannya berubah, gambar makanan yang banyak itu hilang, diganti jadi “ piring-piring kosong bersih mengkilap” walaupun tulisannya juga masih sama… wah ternyata berubah beneran loh…

Ngomong-ngomong soal iklan, kayaknya sekarang banyak banget iklan-iklan yang terlalu berlebihan mempromosikan barang dagangannya deh. Contohnya film pocong 3. Masa di ujung jalan pintu 1 Senayan di pasang boneka “ Pocong” raksasa … udah gitu di “kain kafannya” ada warna coklat-coklat nya, mungkin untuk memberi kesan kalau tuh “ pocong” habis bangkit dari kubur kali ya? ah ngga  tau deh, yang jelas “ pocong “ nya bikin orang kaget, ngeri ( contohnya aku hehhehe ). Pernah aku lewat situ subuh-subuh sendirian, kalau subuh lampu-lampu di sepanjang jalan pintu 1 senayan sudah dimatikan,  kebayangkan ngerinya …  ( takut pocongnya hidup beneran ). Akhirnya daripada ngga sampe rumah, pas dikit lagi lewat di depan “ pocong” nya aku tutupi sisi sebelah kanan ku dengan tangan … supaya ga liat pocongnya… alhamdulillah ngga liat sih… dan alhamdulillah juga.. ngga ada mobil yang berbelok, soalnya takut ketabrak. Hehehehe… Kayaknya dulu juga pernah di taruh boneka “ kuntilanak” sewaktu promosi film kuntilanak di tempat yang sama deh … ( dapat info dari radio ). Hm.. mank pojokan jalan pintu 1 senayan bagus buat promosi film2 semacam itu ya? hm..  yang jelas cabut donk “ pocong” nya        biar aku ga ngeri lagi lewat sana... please...


Blog EntryPenasihat yang Penuh Kasih Sayang Oct 2, '07 4:58 AM
for everyone

Written by Aisyah    

Senin, 28 Juli 2003 

Diriwayatkan oleh Sufyan Ats-Tsuary Rahimahullah bahwa Abu Dzar Radhillahu anhu berdiri di sisi Ka'bah seraya berkata : '' Wahai Manusia, saya adalah Jundab Al-Ghifary Sahabat Rasulullah Shollalahu 'Alayhi wa Sallam, kemarilah kalian untuk menemui saudara kalian yang menasehati dengan penuh kasih sayang.'' Maka tatkala mereka berkumpul disekelilingnya, Abu Dzar bertanya: ''Bukankah kalian tahu bahwa jika salah satu di antara kalian ingin berpergian maka dia akan mempersiapkan bekal yang layak baginya dan menyampaikannya ke tempat yang ia tuju?''

 

Mereka menjawab: ''Benar, memang demikian seharusnya wahai Abu Dzar.''

 

Abu Dzar pun berkata: ''Jika demikian, maka ketahuilah bahwa perjalanan di hari kiamat lebih jauh dari apa yang kalian tuju di dunia ini, maka ambillah bekal yang dapat menyelamatkan kalian.''

Mereka bertanya: ''Apakah bekal yang layak kami persiapkan untuk perjalanan tersebut wahai sahabat Rasulullah Shollalahu 'Alayhi wa Sallam?'' Beliau menjawab: ''Berhajilah kalian untuk menghadapi urusan yang agung, shaumlah kalian di hari yang panas untuk menghadapi lamanya berdiri di padang Mahsyar dan sholatlah dua rekaat di kegelapan malam karena kubur itu menakutkan.'' Mereka berkata: ''Semoga Allah membalas kebaikanmu wahai Abu Dzar, tambahkanlah nasihat anda untuk kami.''

 

Lalu beliau menambahkan: ''Berkatalah dengan ucapan yang baik dan jangan tanggapi ucapan buruk untuk menghadapi saat sendiri di padang Mahsyar, bersedekalah dengan hartamu, agar kalian selamat dari kesusahan di hari itu.''

 

Mereka berkata: ''Alangkah bagusnya nasehat anda wahai sahabat Rasulullah, teruskanlah nasihat ini!'' Beliau melanjutkan: ''Jadikan dunia untuk majelis dua hal, majelis untuk memburu akhirat dan majelis untuk mencari yang halal. Adapun yang ketiga, akan mendatangkan kemadharatan dan tiada memberikan manfaat bagimu. Jadikan harta milikmu menjadi dua bagian. Bagian pertama sebagai nafkah yang halal bagi keluargamu dan bagian kedua untuk bekal akhiratmu, selain itu akan mendatangkan madharat bagimu dan tidak akan memberikan manfaat padamu.'' Wahai manusia, bisa jadi rasa tamak dapat membunuhmu sedangkan kamu tak mampu mencegahnya.''

 

Sahabat yang agung ini telah menunaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya, mengutaraakan dengan tegas kalimat yang benar dimanapun beliau berada. Dalam nasihatnya, beliau mengaitkan antara ibadah dengan akhlak. Beliau menyalurkan harta pada tempat yang tepat, ikut andil dalam memperbaiki masyarakat, memenuhi kebutuhannya dan melarang kebakhilan, menumpuk harta dan mengabdi kepada harta

 

Sudah semestinya pedapatan itu berasal dari yang halal, kemudian digunakan untuk nafkah yang wajib atau sedekah jariyah demi terealisasinya takaful ( bahu-membahu) dan keseimbangan dalam masyarakat muslim, sedangkan selain harta yang demikian itu maka akan mendatangkan madharat dan tiada manfaat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'Ala yang artinya :

 

''Dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri dan Allah-lah yang maha kaya sedangkan kamulah orang yang berkehendak (kepada-Nya).'' (Muhammad : 38)

 

Demikianlah nasehat dari saudara yang menasihati dengan penuh kasih sayang sebagaimana yang digambarkan Abu Dzar sendiri. Beliau menasihati mereka untuk berbekal taqwa dan amal shalih. Lalu beliau memberikan rincian bekal yang bermanfaat bagi mereka, yakni ibadah yang khusyu' dan tulus, menjauhi bencana lisan, mengarahkan semangat untuk mendapatkan yang halal, atau beramal untuk akhirat. Sungguh tidak ada lagi kejujuran, nasihat dan kasih sayang yang lebih besar dari itu

 

Diambil dari Kitab Haakadza.. Tahaddatsas Salaf , Dr. Musthafa Abdul Wahid

 


Bismillahirrahmanirahim...

 

 

ASSALAMU’ALAIKUM

 

 

Assalamu’alaikum ya akhi… ya ukhti…( 4x )

 

Salam-salam hai saudaraku

Smoga Allah merahmatimu

Salam-salam wahai semua

Smoga hidup jadi bahagia

 

 

Bila hati terasa sedih

Bila jiwa terasa hampa

Mungkin kita sudahlah lupa

Berdzikir tenangkan jiwa

 

 

Bila langkah sempit dunia

Rezeki dicari alangkah susah

Mungkin kita sudahlah lupa

Sedekah lapangkan harta

 

 

Dalam hidup semua bekerja

Kadang salah bahkan berdosa

Janga-jangan putus asa

Ampunan Allah slalu terbuka

 

 

Dalam hidup tiada sempurna

Kadang khilaf kadang terlupa

Jangan-jangan putus asa

Ampunan Allah slalu terbuka

 

 

Assalamu’alaikum ya akhi… ya ukhti… ( 4x )

 

 

 

 

TAUBAT

 

 

Wahai Tuhan … jauh sudah

Lelah kaki melangkah

Aku hilang tanpa arah

Rindu hati sinarMu

 

 

Wahai Tuhan … aku lemah

Hina berlumur noda

Hapuskanlah terangilah

Jiwa dihitam jalanku

 

 

Ampunkanlah aku

Trimalah taubatku

Sesungguhnya Engkau

Sang Maha pengampun dosa

 

 

Ya Robbi…  ijinkanlah

Aku kembali padaMu

Meski mungkin takkan sempurna

Aku sebagai hambaMu

 

 

Ampunkanlah aku

Trimalah taubatku

Sesungguhnya Engkau

Sang Maha pengampun dosa

Berikanlah aku

Kesempatan waktu

Aku ingin kembali… kembali kepada Mu

 

 

Dan mungkin tak layak… sujud padaMu

Dan sungguh tak layak …aku…

 

 

 

RAPUH

 

 

Detik waktu terus berjalan

Berhias gelap dan terang

Suka dan duka tangis dan tawa

Tergores bagai lukisan

 

 

Seribu mimpi berjuta sepi

Hadir bagai teman sejati

Diantara lelahnya jiwa

Dalam resah dan airmata

Kupersembahkan kepadaMu

Yang terindah dalam hidup

 

 

Meskiku rapuh dalam langkah

Kadang tak setia kepadaMu

Namun cinta dalam jiwa

Hanyalah padaMu

 

 

Maafkanlah bila hati

Tak sempurna mencintai Mu

Dalam dada kuharap hanya

DiriMu yang bertahta

 

 

Detik waktu terus berlalu

Semua berakhir padaMu

 

 

 

PEWARIS SURGA

 

 

Mereka adalah pewaris surga

Manusia yang disayangi Allah

Alangkah indah bila hati mengenalnya

Tanda-tanda ada tujuh di hidupnya

 

 

Yang pertama orang yang beriman kepada Allah

Iman dihati, mulut dan langkahnya

Yang kedua orang yang menjauh dari segala

Perkara perkara yang tiada guna

Yang ketiga orang yang menunaikan zakatnya

Yang keempat menjaga kemaluannya

Yang kelima orang yang memelihara amanat

Yang keenam orang yang penuhi janjinya

Yang ketujuh orang-orang yang selalu menjaga

Waktu dan khusuk setiap sholatnya

 

Mereka adalah orang yang dirindu surga

Surga firdauslah tempat kembali mereka

 

 

 

MENDAMBAMU

 

 

Berlalu sang waktu

Berabat sudah jauh aku darimu

Dalam hitam legam jaman di wajahku

 

 

Mendambamu,merindumu

Hadir kembali dalam setiap langkah hidupku

Muhammad ya Rasulullah

 

 

Ya Nabi…ya Habibi…

Semoga Allah slalu merahmatimu

Dengan cinta kasih dan keslamatan umatmu

 

 

Di wajahmu,dilangkahmu

Di setiap hela nafas yang terpancar cahaya

Teranglah…gelapnya jiwa

 

 

Allahhumma shali wassalim alla Muhammad

Ya Rasullallah…

Allahhumma shali wassallim wabarik allaihi

 

 

Muhammad karenamu

Tersingkaplah jalan cinta hamba kepadaNya

Terang hati dengan cahya di jalanmu

 

 

Mendambamu, merindumu

Hadir kembali dalam setiap langkah hidupku

Hadirlah.... gelapkan sirna

 

 

Ya nabi ya habibi … Yaa Muhammad

 

 

 

HAJI

 

 

Labbaik Allohumma labbaik

Labbaikala syarikalaka labbaik

Innal hamda wanni’matalak

Walmulkala syarikalaq

 

 

Wahai Allah

Kami datang memenuhi panggilanMu

Tiadalah sekutu untukMu

Sgala puji dan kuasa untukMu

 

 

Kami meraba tanpa cahaya

Kami yang lupa hina dan papa

DihadapanMu yang Maha Indah

DihadapanMu yang Maha Mulya

 

 

Labbaik Allohumma labbaik

Labbaikala syarikalaka labbaik

Innal hamda wanni’matalak

Walmulkala syarikalaq…

 

 

 

ALLAH CINTA

 

 

 

Allah cinta pada orang berzikir

Allah cinta pada orang berfikir

Allah cinta pada orang yagn ta’at

Allah cinta pada orang bertaubat

 

 

Allah cinta pada orang yang jujur

Allah cinta pada orang yang bersyukur

Allah cinta pada orang dermawan

Allah cinta pada orang yang sabar

 

 

Hidup di dunia hanyalah sebentar

Setiap perbuatan kan mendapat balasan

Hidup didunia hanyalah sejenak

Setiap perbuatan kan mendapat ampunan

 

 

Allah ya…Allah

Allah ya Rohman

Allah ya..Allah

Allah ya Rohim

 

 

 

BERUNTUNGLAH

 

 

Beruntunglah bila hati mengenal Allah

Beruntunglah bila diri merindu Allah

Beruntunglah bila jiwa berharap Allah

Beruntunglah cita-cita hanyalah Allah

 

 

Semua makhluk kan memuji memuja Allah

Bersujudlah semesta raya kepada Allah

Takkan ada perbandingan untukMu Allah

Keagungan,kebesaran milikMu Allah

 

 

Semua di langitMu

Semua dalam lautMu

Setiap hati mendamba cintaMu

Allah Allah hanya Allah

Semua kan bermuara

Suka, duka , airmata, cinta

 

Hu Allah..Hu Allah…Hu Allah Hu…

 

Hanya Allah Maha Pengasih

Hanya Allah Maha Penyayang

Allah yang Mengampuni

Allah yang Mema’afkan

 

 

Allah Maha Pemurah

Allah Maha Dermawan

 

 

Allahu…Allah…Allahu Akbar

Hu Allah..Hu Allah…Hu Allah Hu…

 

 

 

YA RAHMAN